Sejarah dan perkembangan Javascript

Sejarah JavaScript dimulai sekitar tahun 1994, ketika internet dan website sedang mengalami perkembangan yang pesat. Website pada saat itu umumnya dibuat menggunakan bahasa pemograman PERL yang pemrosesannya hanya bisa dilakukan di sisi web server.

Javascript menempati urutan ketiga dengan persentase pencarian 8.56 % setelah Python. Fungsi bahasa pemrograman Javascript termasuk istimewa menurut saya, karena mampu mengembangkan website yang menarik dan interaktif.

Maka banyak saat ini banyak website yang menggunakan Javascript pada kode program di dalamnya. Tidak mengherankan, karena Javascript pada awalnya memang dikembangkan dengan tujuan untuk membuat sebuah website.

Sedangkan Netscape menjadi perusahaan teknologi yang beruntung dapat mengembangkan Javascript dan berguna untuk banyak pengembang sampai dengan saat ini.

Tidak hanya digunakan untuk membuat website, penggunaan JavaScript juga mengarah ke pengembangan aplikasi mobile, game, dan desktop. Jadi tentunya JavaScript menjadi bahasa pemrograman yang populer dan tidak asing dikalangan pengembang website.

Kelebihan Javascript seperti tidak membutuhkan resource memory besar (ringan dan kecil), tidak membutuhkan resource memory besar (ringan dan kecil), dinamis, dan mudah untuk dikembangkan.

Sedangkan untun kekuranganya adalah script yang digunakan pada Javascript tidak terenkripsi, bukan untuk pengembangan aplikasi stand alone, dan memiliki keterbatasan objek.

CSS dan HTML juga merupakan bahasa pemrograman yang wajib diketahui oleh pengembang website. Ada tiga bahasa komputer yang wajib diketahui oleh pengembang website yaitu Javascript, CSS, dan  HTML.

  • Share:

ARTIKEL TERKAIT

0 COMMENTS

LEAVE A COMMENT